Valentino Rossi

Valentino Rossi Kewarganegaraan Italia Tanggal lahir 16 Februari 1979 (umur 30) Tempat lahir Urbino, Pesaro e Urbino, Italia Website fanclubvalentinorossi.com MotoGP Record Tim sekarang Fiat Yamaha Team Nomor motor 46 Juara Dunia 8 125cc - 1997 250cc - 1999 500cc - 2001 MotoGP - 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 Start 220 Menang 101 Podium 159 Pole position 55 Lap tercepat 80 Poin kejuaraan 3785 2009 Championship position 1st (176 pts) Valentino Rossi (lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979; umur 30 tahun) adalah seorang pembalap di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 8 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan enam kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP Daftar isi [sembunyikan] 1 Lahir untuk balap 2 Entertainer 3 Julukan Rossi 4 Pindah ke Yamaha 5 Orang lain tentang Rossi 6 Prestasi 7 Pranala luar [sunting] Lahir untuk balap Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani. [sunting] Entertainer Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap. Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess. [sunting] Julukan Rossi Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu. Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team. Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc. The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.” [sunting] Pindah ke Yamaha pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda. Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 kali pada musim 2005) [sunting] Orang lain tentang Rossi Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.” Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.” Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI ! Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.” [sunting] Prestasi 1985 Go-kart pertama. 1989 Debut balap karting 60cc. 1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali. 1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto. 1992 Juara Italian minibike Endurance. 1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva. 1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva. 1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia. 1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia. 1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul. 1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia. 1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix. 2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda. 2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda. 2002 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team. 2003 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team. 2004 Juara dunia Motogp, Gauloises Fortuna Yamaha team. 2005 Juara dunia Motogp, Gauloises Yamaha team. 2006 Runner Up Motogp, Camel Yamaha team. 2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat Yamaha team. 2008 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team. 2009 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.

Wladimir Klitschko

Wladimir Klitschko From Wikipedia, the free encyclopedia Jump to: navigation, search Question book-new.svg This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding reliable references. Unsourced material may be challenged and removed. (June 2009) Wladimir Klitschko Wladimir Klitschko.jpg Statistics Real name Volodymyr Volodymyrovych Klychko Nickname(s) Dr. Steelhammer & Iron Man Rated at Heavyweight Nationality Ukrainian Birth date 25 March 1976 (1976-03-25) (age 33) Birth place Semipalatinsk, Kazakh SSR, Soviet Union Stance Orthodox Boxing record Total fights 56 Wins 53 Wins by KO 47 Losses 3 Olympic medal record Competitor for Ukraine Men's boxing Gold 1996 Atlanta Super heavyweight European Amateur Championships Silver 1996 Vejle Super heavyweight Wladimir Klitschko (pronounced /ˈvlædɨmɪr ˈklɪtʃkoʊ/; Ukrainian: Володимир Кличко, Volodymyr Klychko; born 25 March 1976, Semipalatinsk, Kazakhstan) is a Ukrainian heavyweight boxer. Klitschko currently holds the IBF, WBO, IBO and Ring Magazine world heavyweight titles. His older brother, Vitali Klitschko, is the current WBC world heavyweight champion. Contents [hide] * 1 Biography * 2 Boxing career o 2.1 Amateur career o 2.2 Professional career * 3 Other interests * 4 Professional boxing record * 5 References * 6 External links [edit] Biography He was born in Semipalatinsk, Kazakh SSR (now Kazakhstan). Though a major celebrity in his former adopted home of Germany, he moved with his older brother Vitali to Beverly Hills in 2004. Their father, Vladimir Rodionovich, was a Soviet Air Force Colonel. Their mother is Nadezhda Ulyanovna. In the summer of 1996, Klitschko finished Pereyaslav-Khmelnitsky Pedagogical Institute (Ukraine) and was accepted in the postgraduate study program of Kiev University. On 18 January 2001 in a conference hall of Kiev University of physical science and sports, Klitschko presented his doctorate dissertation and was awarded a Ph.D. in Sports Science. Klitschko speaks four languages: English, Russian, Ukrainian, and German. At the beginning of his professional career, he began spelling his name Wladimir. The Ukrainian version of his name is Volodymyr (Володимир), which in Russian is Vladimir (Владимир).klitchsko's a sap [edit] Boxing career [edit] Amateur career In 1993, Klitschko won the Junior European Championships as a heavyweight. In 1994, he received 2nd place at the Junior World Championships in Istanbul, Turkey. In 1995, he won the gold medal at the Military Championships in Ariccia, Italy, defeating Luan Krasniqi, who he had lost to in the third round of the World Championships in Berlin, Germany earlier that year. In 1996, he captured 2nd place as a Super Heavyweight at the European Championships in Vejle, Denmark. Known as "The Steel Hammer," Klitschko first achieved world attention at the 1996 Summer Olympics in Atlanta, Georgia. He defeated Paea Wolfgramm to win the Super-Heavyweight gold medal. He is now announced as "Dr. Steel Hammer," a name more in the vein of his brother, Vitali, who goes by "Dr. Ironfist." [edit] Professional career Klitschko turned professional with Universum Box-Promotion in Hamburg under the tutelage of Fritz Sdunek. He suffered his first setback after 24 bouts without a loss to journeyman Ross Puritty, who entered the bout with a record of 24-13-1 [1]. On 14 October 2000, in Cologne's Kölnarena (Germany), Klitschko won the WBO Heavyweight Championship from American Chris Byrd. After five successful defenses of the WBO belt, Klitschko suffered a 2nd round upset TKO loss to Corrie Sanders on 8 March 2003, in Hannover, Germany. After winning two minor bouts in Germany and enlisting the services of legendary boxing trainer Emmanuel Steward, Klitschko again fought for the vacated WBO title on 10 April 2004, in Las Vegas, against Lamon Brewster. Klitschko sent Brewster to the canvas in the fourth round; however, things turned around in the fifth when Brewster began landing punches. Near the end of the round, Klitschko was floored by a right hand. Barely beating the count, Klitschko fell back to the canvas looking exhausted. Wladimir Klitschko boxing Hasim Rahman, 2008 On 22 April 2006, in Mannheim, Germany, Klitschko again defeated Chris Byrd, this time by technical knockout, in a contest for the IBF Heavyweight Championship. Referee Wayne Kelly stopped the fight in the seventh round after a knockdown—Byrd beat the count, but his face was battered and bloody, and the fight was waved off. Klitschko then defeated mandatory challenger Ray Austin on 10 March 2007, at the SAP Arena in Mannheim, Germany by a second-round knockout with four consecutive left hooks to Austin's head. Klitschko did not use his right hand once during the fight, doing all his work with his left jab and left hook. Klitschko then avenged one of his previous losses as he defeated Lamon Brewster on 7 July 2007, in Cologne, Germany. Brewster's corner asked the referee to stop the fight at the end of the sixth round. It was later revealed that Klitschko fought most of the fight with a broken middle finger on his left hand. Klitschko defeated WBO Heavyweight Champion Sultan Ibragimov at Madison Square Garden in New York City on 23 February 2008 to unify the IBF and WBO heavyweight titles. The Klitschko-Ibragimov fight was the first heavyweight unification since Holyfield-Lewis in 1999. On 12 July 2008, at the Color Line Arena in Hamburg, Klitschko defeated Tony Thompson by eleventh round knockout. Klitschko was scheduled to defend his titles against Alexander Povetkin later in 2008,[1] but on 25 October, Povetkin withdrew from the fight due to an ankle injury. Instead, Klitschko faced Hasim Rahman on 13 December 2008 and won by TKO. This was the third time Klitschko fought at the SAP Arena in Mannheim, Germany. He dominated the fight, winning every round while making good use of his left jab. The referee finally called a stop to the contest in the 7th round after Rahman failed to respond to a series of good shots. The brothers have been quoted saying that it is only a matter of time until they unify the WBA title belt which is currently held by David Haye. If they achieve this feat, the Klitschko brothers will become the first brothers in heavyweight boxing history to simultaneously hold all of the belts. On 20 June 2009, Klitschko retained the IBF, WBO, IBO world heavyweight titles and also won the vacant Ring Magazine heavyweight title by defeating Ruslan Chagaev when Chagaev retired after an onslaught of punches towards the end of the ninth round. As Chagaev was WBA champion in recess, the title was not on the line.

John Petrucci

PROFIL JOHN PETRUCCI 13 February 2009 : : 2 Comments “Salah Satu Dewa Gitar yang melaju di jalur Progressive Metal” Click for larger version Nama Lengkap: John Peter Petrucci Website Resmi: JohnPetrucci.com Group Band Sebelumnya: Majesty Gitar: Ernie Ball Musicman, Ibanez Tempat Lahir: Long Island, New York 12 Juli 1967 Pengaruh Permainan: Steve Morse, Allan Holdsworth, Yngwie Malmsteen, Metallica, Eddie Van Halen Zodiac: Cancer Tempat Tinggal: New York Status: Menikah Keahlian: String Skipping, Chromatic Scales, Arpegio, Matrix Modulation, Tapping, dll… John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka. Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influence nya dengan Mendengarkan Metallica & Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik guitar oleh karena itu Dia banyak mengadaptasi hammering speed & melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse & Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth & Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon & Eddie Van Halen. Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia Mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment Dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion Mengasah bentuk musik dari Dream Theater. John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film. John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut: Jaws of Life , Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum. John Petrucci merupakan salah satu motor dari Dream Theater, super grup band yang sudah sangat mendunia. Peranan di dalam tubuh Dream Theater lebih didominasi oleh John Petrucci dan Mike Portnoy misalnya saja dalam pembuatan lagu dan produksi. Dialah John Petrucci….sosok yang sangat powerfull ketika dia memainkan gitarnya di atas panggung. Skill dan kualitas musiknya sudah tidak di ragukan lagi sehingga dia pantas untuk mendapat julukan dewa gitar. Aktivitasnya sekarang ini masih disibukkan dengan tour-tour keliling dunia bersama grup band yang ia besarkan. Setelah setahun tour, biasanya John Petrucci juga mulai mempersiapkan konsep-konsep baru untuk mengisi album terbaru Dream Theater setelah album studio ke 9 Dream Theater muncul di tahun 2007 silam bertitle Systematic Chaos dan dilanjutkan dengan Chaos in Motion di tahun 2008 yang merupakan materi-materi tour keliling dunia. Jadi , kita tunggu saja album terbaru Dream Theater, atau barangkali saja solo album John Petrucci juga ikut muncul… So, Keep on Metal…… Tags: album, damage control, dewa, dewa gitar, dream, dream theater, experiment, g3, gitar, gitaris, glasgow kiss, jazz, joe, john, liquid, majesty, metal, metallica, mike, otodidak, petrucci, progressive, satriani, solo, speed, tension, theater, trash

Tata Surya dan Alam Semesta

Supernova NEW YORK, KAMIS — Kilatan cahaya terang di langit yang mengejutkan astronom Denmark, Tycho Brahe, lebih dari 400 tahun lalu bukanlah sesuatu yang aneh. Setidaknya setelah tim ilmuwan mengungkap rahasia di balik terjadinya peristiwa yang jarang terlihat kasat mata tersebut. Sejauh ini, para ilmuwan yakin bahwa cahaya terang tersebut berasal dari ledakan bintang atau supernova. Namun, apa jenis supernova yang menyebabkannya masih menjadi teka-teki alam sampai kini.

Vatikan

Wisata Vatikan Negara dalam Negara Vatikan merupakan Negara terkecil di Dunia, dengan luas wilayah kurang dari 1 km², atau haya 0,44 km². Namun, Vatikan memang menjadi sebuah negara yang independen dan berdaulat seperti layaknya negara-negara besar lainnya. Hanya saja negara ini identik dengan Katolik Roma, yang secara hirarki dipimpin oleh pemegang tertinggi kedaulatan Pope Benedict XVI. Untuk mencapai Kota Vatikan dari pelabuhan laut Chivitavechia, dimana penulis memulai perjalanan, memerlukan waktu tempuh satu jam. Waktu yang sama diperlukan baik menggunakan bis atau kereta api. Tetapi bepergian jarak jauh pada hari-hari tertentu khususnya hari Minggu, mesti memperhatikan jadwal kereta atau bus. Karena jadwal kereta pada hari kerja berbeda dan terkadang tidak beroperasi pada hari libur atau hari Minggu. Walau beroperasi juga jadwalnya di perjarang karena jumlah pengguna jasa berkurang. Vatikan merupakan atraksi wisata nomer satu dari Kota Roma. Dan merupakan bagian dari setiap paket wisata selain kunjungan pada tempat-tempat lainnya seperti Colosium, City Square, piramida Roma dan tempat-tempat lain yang tidak kalah nilai sejarahnya. Vatikan tidak hanya punya sejarah yang panjang dan kegemilangan sejarah ini masih hidup sampai sekarang dan terpakai. Lapangan Santo Petrus Tidak seperti bagunan-bangunan lain yang berupa puing dan monumen. St.Peter’s Square yang berarsitektur cemerlang akan membuat setiap pengunjung terdecak kagum. Pilar-pilar besar di kedua belah Basilika. Demikian juga keberadaan monumen Obelisk yang dipercaya sebagai perwujudan dari jalan menuju ke surga, atau di mesir kuno merupakan lambang dari dewa matahari. Vatikan yang hanya berpenduduk kurang dari seribu jiwa ini dibanjiri ribuan turis dan pesiarah setiap harinya. Karena ruangan yang terbuka dengan lebar 240 meter dan panjangnya 340 meter, pengamanan juga tidak begitu ketat. Hanya disarankan tidak membawa benda-benda tajam. Polisi pengamanan terlihat di berbagai sudut, tetapi tidak mencolok. Anjing pelacak dan polisi berkuda juga ikut menjaga ketertiban dari lapangan yang bisa menampung 250,000 orang. Bangunan utama adalah Papal Basillica Santo Petrus. Bangunan yang berusia 500 tahun ini merupakan Gereja terbesar di dunia . Bangunan ini digambarkan sebagai gereja terbesar yang pernah dibangun (dia meliputi area 23.000 m² dan memiliki kapasitas lebih dari 60.000) dan salah satu situs tersuci dalam Kekristenan. Konstruksi basilika ini dimulai pada 1506 dan rampung pada 1626. Basilika Santo Petrus dibangun atas perintah Kaisar Kristen pertama Konstantin I, pada tahun 326 di tempat Santo Petrus menjadi martir. Seribu tiga ratus tahun kemudian bangunan ini mulai runtuh perlahan-lahan, dan oleh karena itu Paus Nikolas V memerintahkan agar dibangun sebuah basilika yang baru. Tetapi pembangunannya baru dimulai pada tahun 1506 pada masa jabatan Paus Julius II. Pembangunan basilika ini memakan waktu 120 tahun. Michelangelo diminta sumbangan karyanya dengan pieta-nya yang sangat terkenal itu. Waktu itu ia telah berusia 72 tahun. Basilika ini merupakan basilika terbesar di dunia dengan panjang 193 meter dan tinggi 132 meter. Tradisi mengatakan bahwa tempat bangunan ini merupakan tempat Santo Petrus, salah satu rasul Yesus dan dianggap sebagai Paus pertama, disalibkan dan dikuburkan. Gereja ini merupakan tempat penguburan St Petrus di bawah altar utama. Paus lainnya juga dikubur di basilika ini. Wisata Sejarah Dalam perjalanan menuju Vatikan kita bisa mengunjungi tempat-tempat wisata lain yang juga sangat menarik untuk di kunjungi. Seperti Koloseum yang tersohor itu. walaupun tidak masuk kedalam sembari berkendara bisa menyaksikan bangunan amphiteater kuno ini. Bangunan yang masih gagah dan kuat ini, walau telah berumur ribuan tahun masih berdiri kokoh. Dan menjadi obyek wisata untuk masyarakat Itali. Walaupun banyak dipreteli untuk pembangunan basilika Santo Petrus dan bahan bangunan oleh petinggi-petinggi kerajaan Roma. Colosseum berukuran cukup besar. Dengan tinggi 48 m, panjang 188 m, lebar 156 m dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 ha membuat Colosseum terlihat begitu besar dan luas. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 m x 54 m, dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Colosseum gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton untuk berada lebih dekat dengan pertunjukan. Colosseum merupakan hasil karya yang sangat hebat. Tempat itu dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler dikarenakan oleh bentuk dan struktur dari Colosseum itu. Sampai sekarang pun, Colosseum masih dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler. Tempat duduk di Colosseum dibagi menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda.(man/waa)

Sabtu, 08 Mei 2010

Deskripsi fosil

Deskripsi Fosil

Kumpulan Deskripsi Fossil



 Hastigerina aequilateralis CUSHAN & JARVIS
 Cangkang planispiral, pada tahap awal trochospiral sangat rendah, sisi equatorial lobulate, sisi axial membundar, dinding kamar permukaannya halus dan berpori kasar, kamar inflated, sub-globular agak saling melingkupi, berkisar tiga putaran, pada putaran kamar terakhir terdapat empat sampai lima kamar, sutura pada bagian umbilical radial dan tertekan, aperture interiomarginal dan ekstraumbilical, sangat dangkal dan dikelilingi bibir dan rim yang kurang jelas.

 Globoquadrina altispira (CHUSMAN and JARVIS)
 Cangkang trochospiral menengah sampai tinggi, equatorial periphery lobulate, dengan dorso-peripheral shoulders, dinding berpori kasar, permukaan pitted kadang hispid, kamar pada bagian berikutnya spherical, dimana kamar terakhir tertekan kuat secara lateral, tersusun oleh tiga setengah sampai empat putaran cangkang, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, umbilicus lebar dan dalam, aperture interiomarginal, umbilical, high arched, ditutupi oleh semacam gigi.


 Globigerinoides immaturus LEROY
 Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori Kamar membulat tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder.

 Globigerinoides trilobus REUSS
 Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Globigerina nepenthes TODD
Cangkang trochospiral rendah, kompak, peripheral equatornya agak lobulate, kecuali pada bagian akhir, sumbu perpheralnya membulat, dinding berpori dengan lipatan kecil sekitar umbilical, kamar menggembung, kamar terakhir menonjol, terletak tiga setengah kali putaran dengan kamar ke empat dan ke lima dari putaran terakhi, sutura pada sisi spiral agak melengkung, tertekan, diatas umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus dangkal dan menyempit, aperture interiomarginal, umbilical, sebuah lengkungan yang hampir membundar, dibatasi oleh sebuah putaran yang mengarah ke tepi atas dengan jelas.

 Globigerinoides fistulosus (SCHUBERT)
cangkang trochospiral, biconvex, sisi equatorial peripherylobulate lobulate, dinding cangkang pada umumnya permukaannya berpori kasar, kamar spherical, kecuali satu atau dua kamar terakhir elongate, menyerupai sack (kantung), tersusun atas tiga putaran, tiga setengah sampai empat kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat, sutura pada sisi spiral curved, pada sisi umbilical radial, aperture primer interiomarginal, umbilical, dengan bukaan yang tidak simetris disertai lip atau rim, aperture sekunder sutural diatas sutura kamar berikutnya.

 Globorotalia menardii D’ORBIGNY
 Cangkang trochospiral sangat rendah, biconvex, equatorial periphery lobulate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh kamar pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical berbentuk radial sampai melengkung rendah, tertekan, umbilicus hampir lebar, aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah

 Pulleniatina primalis BANNER & BLOW
 Cangkang trochospiral rendah sampai sedang, peripheral equatorial lobulate, sumbu perpheralnya membulat luas, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, lima kamar pada putaran terakhir ukurannya membesar secara regular, kecuali kamar terakhir yang secara tiba-tiba menekuk karena penyimpangan putarannya, sutura pada sisi spiral melengkung jelas, tertekan, pada sisi umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture interiomarginal, ekstraumbilical-umbilical, lebar, berbusur rendah sepanjang dasar kamar terakhir, tidak mencapai peripheral putaran sebelumnya, atasnya dibatasi oleh suatu hyalin rim.

 Sphaerodinella subdehiscens BLOW
 Cangkang trochospiral rendah, kompak, sisi equatorial agak lobulate, sisi sumbu bulat, dinding kamar perforate, tertutup oleh lapisan kedua, permukaan dindingnya halus dan glassy, kamar sub-globular samapi radially-elongate, terdiri dari tiga putaran, tiga kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya secara perlahan, sutura lurus pada sisi spiral maupun umbilical, tertekan, aperture primer interiomarginal, umbilical, dengan lengkungan yang rendah pada permukaannya yang halus dan tebal.

 Globigerinoides extremus BOLLI
Cangkang trochospiral tinggi, equatorial periphery lobulate, sumbu periphey membulat. Dinding cangkang umumnya berpori, permukaan berbintil. Kamar kamar pada putaran terakhir terkompres secara lateral, tersusun tiga sampai empat putaran, empat kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya. Sutura melengkung hinggga oblique pada sisi spiral dan umbilical. Umbilicus sempit. Aperture primer interiomarginal, umbilical, dibatasi oleh rim.

 Globorotalia menardii D’ORBIGNY
Cangkang trochospiral sangat rendah, biconvex, equatorial periphery lobulate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh kamar pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical berbentuk radial sampai melengkung rendah, tertekan, umbilicus hampir lebar, aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah

 Globigerinoides immaturus LEROY
Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori Kamar membulat tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder.

Globorotalia merotumida
 Globoquadrina altispira (CHUSMAN and JARVIS)
 Cangkang trochospiral menengah sampai tinggi, equatorial periphery lobulate, dengan dorso-peripheral shoulders, dinding berpori kasar, permukaan pitted kadang hispid, kamar pada bagian berikutnya spherical, dimana kamar terakhir tertekan kuat secara lateral, tersusun oleh tiga setengah sampai empat putaran cangkang, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, umbilicus lebar dan dalam, aperture interiomarginal, umbilical, high arched, ditutupi oleh semacam gigi.

Globigerina bulloides
 Globorotalia pseudopima
 Globigerinoides obliquus BOLLI
Cangkang trochospiral rendah, biconvex asimetris, sisi equatorial lobulate, sisi axial membulat, dinding berlubang dan permukaan berduri, kamar spherical tersusun oleh tiga setengah putaran cangkang dengan 3 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat, kamar terakhir tertekan kearah lateral-auxing, sutura pada sisi spiral agak melengkung, pada sisi umbilicus radial, aperture primer interiomarginal umbilical, low -medium arched, pada kamar terakhir terletak aperture tambahan pada sutura.

Globigerinoides sacculiferus (BRADY)
Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori, kamar membundar, tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, kamar terakhir agak memanjang, lonjong menyerupai kantung, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder pada sutura.

 Globorotalia pseudomiocenica BOLLI and BERMUDEZ
Cangkang trochospiral sangat rendah, sisi spiral flat sampai agak convex, sisi umbilical convex kuat, equatorial periphery lobulate, sumbu periphery acute dengan kell yang tipis tetapi jelas. Dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal agak kasar, tetapi pada kamar terakhir halus. Kamar angular, tertekan, terdiri dari tiga putaran, lima sampai enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura sisi spiral melengkung, pada sisi umbilical melengkung. Umbilicus sempit. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh rim atau bibir yang halus.

 Globigerinoides ruber BOLLI
cangkang trochospiral, sisi equatorial periphery lobulate, membulat, dinding cangkang pada umumnya permukaannya berpori dan sedikit, tersusun atas tiga sampai empat putaran, tiga kamar pada aputaran terakhir ukurannya bertambah secara perlahan, sutura pada sisi spiral sub radial sampai radial, agak melengkung, aperture interiomarginal, umbilicus, dibatasi oleh rim, aperture sekunder sutural berlawanan dengan aperture primer

 Pulleniatina obliquiloculata (PARKER and JONES)
Cangkang globose, fase berikutnya planispiral, fase terakhir streptospiral, involute, peripheral equatorial lobulate, dinding berpori halus, dinding pada putaran berikutnya pada sisi spiral berpori kasar dan tebal, permukaannya halus kecuali pada dinding dekat aperture, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, putaran terakhir terdiri dari empat setengah sampai lima kamar, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, tertekan,umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture agak medium samapi high arch sepanjang kamar terakhir dibatasi oleh suatu hyalin rim.

 Globigerinoides immaturus LEROY
Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori Kamar membulat tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder

 Globigerinoides trilobus REUSS
Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Pulleniatina primalis BANNER & BLOW
Cangkang trochospiral rendah sampai sedang, peripheral equatorial lobulate, sumbu perpheralnya membulat luas, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, lima kamar pada putaran terakhir ukurannya membesar secara regular, kecuali kamar terakhir yang secara tiba-tiba menekuk karena penyimpangan putarannya, sutura pada sisi spiral melengkung jelas, tertekan, pada sisi umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture interiomarginal, ekstraumbilical-umbilical, lebar, berbusur rendah sepanjang dasar kamar terakhir, tidak mencapai peripheral putaran sebelumnya, atasnya dibatasi oleh suatu hyalin rim.

 Hastigerina aequilateralis CUSHMAN & JARVIS
Cangkang planispiral, pada tahap awal trochospiral sangat rendah, sisi equatorial lobulate, sisi axial membundar, dinding kamar permukaannya halus dan berpori kasar, kamar inflated, sub-globular agak saling melingkupi, berkisar tiga putaran, pada putaran kamar terakhir terdapat empat sampai lima kamar, sutura pada bagian umbilical radial dan tertekan, aperture interiomarginal dan ekstraumbilical, sangat dangkal dan dikelilingi bibir dan rim yang kurang jelas.

Globorotalia merotumida BLOW and BANNER
 Pulleniatina primalis BANNER & BLOW
Cangkang trochospiral rendah sampai sedang, peripheral equatorial lobulate, sumbu perpheralnya membulat luas, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, lima kamar pada putaran terakhir ukurannya membesar secara regular, kecuali kamar terakhir yang secara tiba-tiba menekuk karena penyimpangan putarannya, sutura pada sisi spiral melengkung jelas, tertekan, pada sisi umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture interiomarginal, ekstraumbilical-umbilical, lebar, berbusur rendah sepanjang dasar kamar terakhir, tidak mencapai peripheral putaran sebelumnya, atasnya dibatasi oleh suatu hyalin rim.

 Pulleniatina obliquiloculata (PARKER and JONES)
Cangkang globose, fase berikutnya planispiral, fase terakhir streptospiral, involute, peripheral equatorial lobulate, dinding berpori halus, dinding pada putaran berikutnya pada sisi spiral berpori kasar dan tebal, permukaannya halus kecuali pada dinding dekat aperture, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, putaran terakhir terdiri dari empat setengah sampai lima kamar, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, tertekan,umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture agak medium samapi high arch sepanjang kamar terakhir dibatasi oleh suatu hyalin rim.

 Globigerinoides ruber BOLLI
cangkang trochospiral, sisi equatorial periphery lobulate, membulat, dinding cangkang pada umumnya permukaannya berpori dan sedikit, tersusun atas tiga sampai empat putaran, tiga kamar pada aputaran terakhir ukurannya bertambah secara perlahan, sutura pada sisi spiral sub radial sampai radial, agak melengkung, aperture interiomarginal, umbilicus, dibatasi oleh rim, aperture sekunder sutural berlawanan dengan aperture primer

 Globigerinoides trilobus REUSS
Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Globigerinoides extremus BOLLI
Cangkang trochospiral tinggi, equatorial periphery lobulate, sumbu periphey membulat. Dinding cangkang umumnya berpori, permukaan berbintil. Kamar kamar pada putaran terakhir terkompres secara lateral, tersusun tiga sampai empat putaran, empat kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya. Sutura melengkung hinggga oblique pada sisi spiral dan umbilical. Umbilicus sempit. Aperture primer interiomarginal, umbilical, dibatasi oleh rim.

 Globigerinoides sacculiferus (BRADY)
Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori, kamar membundar, tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, kamar terakhir agak memanjang, lonjong menyerupai kantung, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder pada sutura.

 Globorotalia pseudopima
 Globorotalia tosaensis TAKANAYAGI and SAITO
Cangkang trochospiral sangat rendah, pada sisi umbilical convex, equatorial periphery circular sampai lobulate, dinding cangkang berpori, permukaan kamar berikutnya pada sisi umbilical rugose (berduri/kasar), kamar sub-inflated tertekan secara lateral, tersusun oleh tiga sampai tiga setengah putaran, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat, sutura pada sisi spiral curved, agak kurang jelas, pada sisi umbilical radial, radial, umbilicus agak dalam sampai agak lebar, aperture interiomarginal, bentuk umbilical sampai ekstraumbilical, melengkung sedang - tinggi, dikelilingi bibir halus.

 Globigerinoides obliquus BOLLI
Cangkang trochospiral rendah, biconvex asimetris, sisi equatorial lobulate, sisi axial membulat, dinding berlubang dan permukaan berduri, kamar spherical tersusun oleh tiga setengah putaran cangkang dengan 3 kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat, kamar terakhir tertekan kearah lateral-auxing, sutura pada sisi spiral agak melengkung, pada sisi umbilicus radial, aperture primer interiomarginal umbilical, low -medium arched, pada kamar terakhir terletak aperture tambahan pada sutura.


 Globorotalia pseudomiocenica BOLLI and BERMUDEZ
Cangkang trochospiral sangat rendah, sisi spiral flat sampai agak convex, sisi umbilical convex kuat, equatorial periphery lobulate, sumbu periphery acute dengan kell yang tipis tetapi jelas. Dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal agak kasar, tetapi pada kamar terakhir halus. Kamar angular, tertekan, terdiri dari tiga putaran, lima sampai enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura sisi spiral melengkung, pada sisi umbilical melengkung. Umbilicus sempit. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh rim atau bibir yang halus.

 Globigerina riveroae BOLLI and BERMUDEZ
Cangkang trochospiral sedang sampai rendah, lebih lebar daripada tingginya, equator periphery lobulate kuat, sumbu perpheralnya membulat. Dinding berpori, permukaan berbintil. Kamar sferikal, tersusun oleh tiga setengah putaran, empat kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat. Sutura pada sisi spiral dan umbilical radial, tertekan. Umbilicus lebar dan dalam. Aperture interiomarginal, umbilical.

 Globigerinoides ruber BOLLI
cangkang trochospiral, sisi equatorial periphery lobulate, membulat, dinding cangkang pada umumnya permukaannya berpori dan sedikit, tersusun atas tiga sampai empat putaran, tiga kamar pada aputaran terakhir ukurannya bertambah secara perlahan, sutura pada sisi spiral sub radial sampai radial, agak melengkung, aperture interiomarginal, umbilicus, dibatasi oleh rim, aperture sekunder sutural berlawanan dengan aperture primer

 Globigerinoides trilobus REUSS
Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Globorotalia tumida (BRADY)
Cangkang trochospiral rendah, sisi spiral lebih convex daripada sisi umbilical, tertekan, equator periphery subcircular sampai agal lobulate pada tahap akhir, sumbu peripheral acute dengan massive keel. Dinding berpori kecil, permukaannya halus kecuali kamar awal pada putaran terakhir dan batas umbilicalm pada kamar terakhir, pustulose. Kamar tertekan, tersusun dalam tiga putaran, enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral melengkung halus, kemudian tajam. Umbilicus sempit dan dalam. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, high arch.

 Orbulina universa D’ORBIGNY
Cangkang globular, dinding berpori, kamar spherical, bulatan terakhir secara keseluruhan menutupi bagian pertama dari cangkang yang umumnya kecil, aperture primer interiomarginal umbilical pada tingkat awal.

 Globorotalia tosaensis TAKANAYAGI and SAITO
Cangkang trochospiral sangat rendah, pada sisi umbilical convex, equatorial periphery circular sampai lobulate, dinding cangkang berpori, permukaan kamar berikutnya pada sisi umbilical rugose (berduri/kasar), kamar sub-inflated tertekan secara lateral, tersusun oleh tiga sampai tiga setengah putaran, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat, sutura pada sisi spiral curved, agak kurang jelas, pada sisi umbilical radial, radial, umbilicus agak dalam sampai agak lebar, aperture interiomarginal, bentuk umbilical sampai ekstraumbilical, melengkung sedang - tinggi, dikelilingi bibir halus.

 Globorotalia pseudopima BLOW and BANNER
 Globorotalia miocenica PALMER
 Cangkang trochospiral sangat rendah, sisi spiral flat sampai agak convex, sisi umbilical convex kuat, equatorial periphery ciccular pada kamar awal sampai agak lobulate pada fase berikutnya, sumbu periphery acute dengan kell yang jelas. Dinding cangkang berpori halus, permukaan daerah umbilical pada kamar-kamar awal agak rugose, pada kamar terakhir halus. Kamar angular, enam sampai tujuh kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura sisi spiral melengkung, pada sisi umbilical melengkung. Umbilicus sempit. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh rim atau bibir yang halus.

 Globoquadrina dehiscens (CHAPMAN, PARR and COLLINS)
Cangkang trochospiral rendah, pada sisi spiral berberntuk flat, pada sisi umbilical convex, equatorial periphery lobulate, subquadrate; sumbu periphery membulat dengan dorso-peripheral shoulders. Dinding berpori , permukaan pitted, rugose di dekat pundak kamar. Kamar pada tahap muda spherical, dimana kamar terakhir tertekan secara lateral dengan pundak subrounded samapi angular, tersusun oleh empat putaran, empat kamar pada putaran terakhir ukuran dan tingginya bertambah dengan cepat. Sutura pada sisi spiral curved sampai radial, pada sisi umbilikal radial, tertekan. Umbilicus lebar dan dalam. Aperture interiomarginal, umbilical, low-medium arch, ditutupi oleh semacam gigi elongate.

 Globigerina bulloides BLOW and BANNER
 Globorotalia menardii D’ORBIGNY
Cangkang trochospiral sangat rendah, biconvex, equatorial periphery lobulate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh kamar pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical berbentuk radial sampai melengkung rendah, tertekan, umbilicus hampir lebar, aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah

 Globorotalia merotumida BLOW and BANNER
 Globorotalia miocenica PALMER
 Cangkang trochospiral sangat rendah, sisi spiral flat sampai agak convex, sisi umbilical convex kuat, equatorial periphery ciccular pada kamar awal sampai agak lobulate pada fase berikutnya, sumbu periphery acute dengan kell yang jelas. Dinding cangkang berpori halus, permukaan daerah umbilical pada kamar-kamar awal agak rugose, pada kamar terakhir halus. Kamar angular, enam sampai tujuh kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura sisi spiral melengkung, pada sisi umbilical melengkung. Umbilicus sempit. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh rim atau bibir yang halus.

 Globigerinoides immaturus LEROY
 Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori Kamar membulat tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder.

 Globigerinoides trilobus REUSS
Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Globoquadrina altispira (CHUSMAN and JARVIS)
 Cangkang trochospiral menengah sampai tinggi, equatorial periphery lobulate, dengan dorso-peripheral shoulders, dinding berpori kasar, permukaan pitted kadang hispid, kamar pada bagian berikutnya spherical, dimana kamar terakhir tertekan kuat secara lateral, tersusun oleh tiga setengah sampai empat putaran cangkang, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, umbilicus lebar dan dalam, aperture interiomarginal, umbilical, high arched, ditutupi oleh semacam gigi.

 Orbulina universa D’ORBIGNY
Cangkang globular, dinding berpori, kamar spherical, bulatan terakhir secara keseluruhan menutupi bagian pertama dari cangkang yang umumnya kecil, aperture primer interiomarginal umbilical pada tingkat awal.

 Globigerina venezuelana HEDBERG
Cangkang trochospiral rendah - sedang, equator periphery lobulate. Dinding tebal, berpori, permukaannya halus, kecuali pada tepi umbilikal dindingnya rugositis (berduri) atau pendek, spine tebal. Kamar spherical, kamar-kamar pada putaran terakhir tertekan kuat secara lateral, tersususn atas tiga setengah putaran cangkang dengan empat kamar pada putaran terakhir yang meningkat ukurannya, kamar terakhir ukurannya berkurang. Sutura pada sisi spiral berbentuk melengkung hingga radial, umbilicus agak sempit, segitiga pada specimen yang normal. Aperture interiomarginal, umbilical, melengkung agak melingkar, dibatasi tepian yang jelas di bagian atas.


 Sphaeroidinellopsis seminulina SCHWAGER
 Globigerinoides trilobus REUSS
Cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

 Globigerinoides ruber BOLLI
cangkang trochospiral, sisi equatorial periphery lobulate, membulat, dinding cangkang pada umumnya permukaannya berpori dan sedikit, tersusun atas tiga sampai empat putaran, tiga kamar pada aputaran terakhir ukurannya bertambah secara perlahan, sutura pada sisi spiral sub radial sampai radial, agak melengkung, aperture interiomarginal, umbilicus, dibatasi oleh rim, aperture sekunder sutural berlawanan dengan aperture primer

 Globoquadrina altispira (CHUSMAN and JARVIS)
Cangkang trochospiral menengah sampai tinggi, equatorial periphery lobulate, dengan dorso-peripheral shoulders, dinding berpori kasar, permukaan pitted kadang hispid, kamar pada bagian berikutnya spherical, dimana kamar terakhir tertekan kuat secara lateral, tersusun oleh tiga setengah sampai empat putaran cangkang, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, umbilicus lebar dan dalam, aperture interiomarginal, umbilical, high arched, ditutupi oleh semacam gigi.

 Sphaerodinella subdehiscens BLOW
Cangkang trochospiral rendah, kompak, sisi equatorial agak lobulate, sisi sumbu bulat, dinding kamar perforate, tertutup oleh lapisan kedua, permukaan dindingnya halus dan glassy, kamar sub-globular samapi radially-elongate, terdiri dari tiga putaran, tiga kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya secara perlahan, sutura lurus pada sisi spiral maupun umbilical, tertekan, aperture primer interiomarginal, umbilical, dengan lengkungan yang rendah pada permukaannya yang halus dan tebal.

 Globigerina riveroae BOLLI and BERMUDEZ
 Cangkang trochospiral sedang sampai rendah, lebih lebar daripada tingginya, equator periphery lobulate kuat, sumbu perpheralnya membulat. Dinding berpori, permukaan berbintil. Kamar sferikal, tersusun oleh tiga setengah putaran, empat kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah dengan cepat. Sutura pada sisi spiral dan umbilical radial, tertekan. Umbilicus lebar dan dalam. Aperture interiomarginal, umbilical.

 Globorotalia tumida (BRADY)
Cangkang trochospiral rendah, sisi spiral lebih convex daripada sisi umbilical, tertekan, equator periphery subcircular sampai agal lobulate pada tahap akhir, sumbu peripheral acute dengan massive keel. Dinding berpori kecil, permukaannya halus kecuali kamar awal pada putaran terakhir dan batas umbilicalm pada kamar terakhir, pustulose. Kamar tertekan, tersusun dalam tiga putaran, enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral melengkung halus, kemudian tajam. Umbilicus sempit dan dalam. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, high arch.

 Globigerinoides immaturus LEROY
Cangkang trochospiral, equatorial periphery menggelembung, dinding cangkang berpori Kamar membulat tersusun dalam tiga setengah putaran, tiga kamar putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada posisi spiral melengkung, pada sisi umbilicus tertekan melingkar, aperture primer interiomarginal - umbilical, pada kamar terakhir terdapat aperture sekunder.

 Globigerinoides conglobatus BRADY
Cangkang trochospiral, subglobular sampai subquadrate, equatorial periphery lobulate, sumbu periphery rounded. Dinding cangkang berpori kasar, tebal, permukaaan berbintil. Kamar subsferikal, kemudian tertekan kuat, sampai inflated, tersusun dalam empat putaran, tiga sampai tiga setengah kamar putaran terakhir bertambah ukurannya secara cepat atau lambat. Sutura pada posisi spiral obscure, pada sisi umbilical radial. umbilicus sempit sampai tertutup. Aperture primer interiomarginal - umbilical, dibatasi oleh rim, apertur sekunder sutural.

 Globorotalia pseudomiocenica BOLLI and BERMUDEZ
 Cangkang trochospiral sangat rendah, sisi spiral flat sampai agak convex, sisi umbilical convex kuat, equatorial periphery lobulate, sumbu periphery acute dengan kell yang tipis tetapi jelas. Dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal agak kasar, tetapi pada kamar terakhir halus. Kamar angular, tertekan, terdiri dari tiga putaran, lima sampai enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura sisi spiral melengkung, pada sisi umbilical melengkung. Umbilicus sempit. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh rim atau bibir yang halus.

 Orbulina universa D’ORBIGNY
Cangkang globular, dinding berpori, kamar spherical, bulatan terakhir secara keseluruhan menutupi bagian pertama dari cangkang yang umumnya kecil, aperture primer interiomarginal umbilical pada tingkat awal.

 Globorotalia pseudopima

 Globoquadrina altispira (CHUSMAN and JARVIS)
Cangkang trochospiral menengah sampai tinggi, equatorial periphery lobulate, dengan dorso-peripheral shoulders, dinding berpori kasar, permukaan pitted kadang hispid, kamar pada bagian berikutnya spherical, dimana kamar terakhir tertekan kuat secara lateral, tersusun oleh tiga setengah sampai empat putaran cangkang, empat sampai lima kamar pada putaran terakhir bertambah ukurannya, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, umbilicus lebar dan dalam, aperture interiomarginal, umbilical, high arched, ditutupi oleh semacam gigi.

 Globorotalia menardii D’ORBIGNY
Cangkang trochospiral sangat rendah, biconvex, equatorial periphery lobulate, periphery axial dengan jelas oleh keel, dinding cangkang berpori, permukaan pada kamar awal sedikit rugose dekat pundak, kemudian menghalus, kamar menekan dengan kuat, terdiri dari tiga putaran, lima sampai tujuh kamar pada putaran terakhir tumbuh secara tetap ukurannya, sutura pada bagian dorsal spiral melengkung rendah, letaknya tinggi, pada bagian umbilical berbentuk radial sampai melengkung rendah, tertekan, umbilicus hampir lebar, aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, celah yang rendah dibatasi oleh bibir yang rendah

 Orbulina universa D’ORBIGNY
Cangkang globular, dinding berpori, kamar spherical, bulatan terakhir secara keseluruhan menutupi bagian pertama dari cangkang yang umumnya kecil, aperture primer interiomarginal umbilical pada tingkat awal.

 Globorotalia tumida (BRADY)
Cangkang trochospiral rendah, sisi spiral lebih convex daripada sisi umbilical, tertekan, equator periphery subcircular sampai agal lobulate pada tahap akhir, sumbu peripheral acute dengan massive keel. Dinding berpori kecil, permukaannya halus kecuali kamar awal pada putaran terakhir dan batas umbilicalm pada kamar terakhir, pustulose. Kamar tertekan, tersusun dalam tiga putaran, enam kamar pada putaran terakhir ukurannya bertambah. Sutura pada sisi spiral melengkung halus, kemudian tajam. Umbilicus sempit dan dalam. Aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, high arch.

 Globigerina nepenthes TODD
Cangkang trochospiral rendah, kompak, peripheral equatornya agak lobulate, kecuali pada bagian akhir, sumbu perpheralnya membulat, dinding berpori dengan lipatan kecil sekitar umbilical, kamar menggembung, kamar terakhir menonjol, terletak tiga setengah kali putaran dengan kamar ke empat dan ke lima dari putaran terakhi, sutura pada sisi spiral agak melengkung, tertekan, diatas umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus dangkal dan menyempit, aperture interiomarginal, umbilical, sebuah lengkungan yang hampir membundar, dibatasi oleh sebuah putaran yang mengarah ke tepi atas dengan jelas.

 Globorotalia plesiotumida BLOW & BANNER
Cangkang trochospiral sangat rendah, biconvex tidak simetris, tertekan, periphery, equator lobulate, sumbu peripheral lancip dengan keel yang jelas, dinding berpori kecil, kebanyakan permukaannya halus, permukaan yang kasar berkembang pada dinding tiga kamar pertama, kamar tertekan, tersusun dalam tiga putaran, 5 - 6 kamar pada putaran terakhir ukurannya membesar secara regular, sutura pada sisi spiral melengkung, bagian terakhirnya hampir sub radial, pada sisi umbilical radial - sedikit melengkung dan tertekan, umbilicus sempit dan dalam, aperture interiomarginal, ekstraumbilical sampai umbilical, berbusur agak rendah, dibatasi oleh bibir tebal.


BENTONIK

 Amphistegina
Cangkang relatif besar , lebih dari 10 kamar pada setiap putaran, aperture tipis (slit) permukaan cangkang tidak beraturan, cangkang trochospiral, dinding cangkang berpori.

 Bolivina goesii CUSHMAN
Cangkang sagitate-lanccolate dan gepeng, hyalin, susunan kamar biserial, aperture memanjang, memiliki gigi.

 Cassidulina
Cangkang planisipiral, bentuk relatif kecil, involute, aperture terminal.

 Cibicides
Cangkang biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3 putaran dengan 11 - 13 kamar pada putaran terakhir, dinding kamar tebal, berpori halus, aperture interiomarginal.

 Dentalina
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar triserial terdiri atas beberapa kamar, dinding cangkang berpori halus, letak aperture terminal berbentuk radiate.

 Elphidium
Cangkang planispiral dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.

 Elphidium discoidale D’ORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilateral, trochoid, bagian sisi memipih tajam, dinding cangkang berpori dengan komposisi calcareous, dihiasi oleh sutura yang berupa "Retral procecesses", cangkang tersusun oleh beberapa kamar, aperture sub-terminal, kosentris pada kamar pertama.

 Elphidium incsertum D’ORBIGNY
Cangkang planispiral, simetri bilatreal, involute, hyalin. Kamar banyak, agak pipih.. Apertur berupa sebuah lubang atau sebaris pori-pori pada permukaan septa.

 Globobulimina
Kamar saling melingkupi dengan kamar - kamar sebelumnya, aperture "Loop shape" tanpa leher, susunan triserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.

 Gyroidina
Cangkang sirkular, trocosphiral, planoconvex, tersusun oleh 3 - 4 kamar pada setiap putaran. Kenampakan dorsal saling melengkapi, dinding cangkang halus, mengkilap, umbilicus lebar, aperture interiomarginal rendah, umbilical extraumbilical.

 Nodosaria
Bentuk cangkang melengkung, susunan kamar uniserial terdiri atas beberapa kamar, dinding cangkang berpori halus, sutura relatif tegak lurus kamar, letak aperture terminal berbentuk radiate.

 Nonion grateloupi D’ORBIGNY
Cangkang memanjang, hyalin, berpori halus, susunan kamar triserial, aperture terminal, virgulite.

 Planulina
Cangkang Planoconvex - concavconvex, evolute, tersusun oleh 6 - 7 kamar pada putaran yang terakhir, dinding cangkang berpori halus, aperture interiomarginal, tipis (slit).

Pleurosomella
Aperture terminal yang dibatasi oleh dua gigi yang terletak saling berlawanan, cangkang uniserial, cangkang tersusun oleh beberapa kamar, dinding cangkang berpori.

 Robulus Sp
Cangkang palnispiral, lenticular, simetri bilateral, involute, dengan komposisi hyalin, coiled test , kamar polythalamus, pada sisi samping berbentuk segitiga, aperture berupa lubang yang terletak pada puncak luar dari permukaan septa (top of spertural face), pada bentuk yang tua bulat, pada bentuk muda radiate.

 Siphonina
Cangkang lenticular, trochospiral, biconvex, bagian tepi acute dengan keel yang tipis, terdiri atas 5 kamar pada putaran yang terakhir, dinding cangkang berpori halus - kasar, aperture elips dibatasi dengan lip

 Uvigerina
Cangkang elongate, fisiform, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara nerangsur, dinding cangkang berpori halus, aperture terminal pada leher yang lebar.

 Uvigerina flintii CUSHMAN
Cangkang fusiform, elongate, melintang pada irisan melintang, dinding cangkang hyalin atau calcareous, berpori halus, susunan kamar triserial dengan 2 putaran yang membesar secara berangsur, aperture terminal menonjol, melingkar dengan leher dan bibir pada leher yang lebar, bergigi spiral.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar